Mungkinkah mencinta tanpa tau alasan mengapa kau mencinta?
Mungkinkah itu?..Mungkinkah itu disebut cinta?
Bukankah cinta itu berjuta rasa?
Bukankah cinta menjadi alasan segala ekspresi diri?
Hmm..sesederhana itukah cinta?
Jika sesederhana itu katakan dan tunjukanlah!
Manakah rasa cinta yang kau beri?
Alirkan.. alirkanlah jangan simpan sendiri.
Kirim.. kirimlah biar cinta itu menyentuh kedalaman hati
Katakan..bahkan teriakanlah karena telinga hatiku hampir tuli
Biar hati ini meyakini hanya ada cinta tanpa tanya
Merasa besarnya cinta dalam dekapan jiwa
Tebing Tinggi, 20 September 2012
Cukup baca hatiku.. buka buku jiwaku. Disitulah kan kau baca dan dengar tulisan hatiku.. suara hatiku..cerita jiwaku.
Wednesday, September 19, 2012
Selamat Datang Cinta
Perjalanan waktu terukir sempurna oleh-Mu Sang Kuasa
Kau mengatur dengan cara-cara-Mu yang tak biasa
Berawal dari biasa diam-diam Kau beri rasa
Dari sahabat Kau kurniakan penyatuan asa
Sejuta asa mengalir mencairkan hati yang teguh bernama pendirian
Membakar dan membarakan hasrat dalam hembusan dan detakan
Menyelinap menggetarkan dan menggelorakan dalam kerinduan
Selamat datang Cinta berdiam dan bersemayamlah dalam keabadian
Tebing Tinggi, 07 September 2012
Kau mengatur dengan cara-cara-Mu yang tak biasa
Berawal dari biasa diam-diam Kau beri rasa
Dari sahabat Kau kurniakan penyatuan asa
Sejuta asa mengalir mencairkan hati yang teguh bernama pendirian
Membakar dan membarakan hasrat dalam hembusan dan detakan
Menyelinap menggetarkan dan menggelorakan dalam kerinduan
Selamat datang Cinta berdiam dan bersemayamlah dalam keabadian
Tebing Tinggi, 07 September 2012
Tuesday, June 19, 2012
Kepadamu Yang Ku Sebut “Sahabat”
Bertahun kita berbagi rasa dan mengurai cerita
Lembar demi lembar kisah kita rangkai bersama
Ceriakan hari tertawa hadapi masa depan
Mengisi buku kehidupan mencipta mimpi dalam
angan
Kemesraan terlukis dalam tiap tulisanmu juga
dalam kata
Kau teteskan embun kasih pada jiwa
Dengan
kelembutanmu menyentuh hati
Raga yang jauh serasa dekat di sisi
Ada banyak bukti bahwa kita tidak hanya sekedar sahabat
Namun tak cukup bukti mengartikan sikapmu lebih
dari sekedar sahabat
Sampai hari ini aku bersabar sampai kau bawaku ke taman surgamu
Bukan sekedar masuk
dalam taman imajinasi tempat persembunyianmu
Ingin kupercaya pada insting yang menggebu
menyimpulkan
Serta semua sikap memberi harap yang kau
siratkan
Namun sayup suara-suara yang kudengar
membawaku dalam persimpangan
Kepadamu yang kusebut “Sahabat” jujurlah pada hati dimana rasa itu tersimpan.
Tebing Tinggi, 6 Juni 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)